weron.my.id - Dukuh Weron adalah sebuah dukuh yang terletak di Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah.
Jumlah rumah di Dukuh Weron kurang lebih 250 rumah dengan demografi pekerjaan, pendidkan dan ekonomi yang beragam.
Di sebelah Utara Dukuh Weron berbatasan langsung dengan Desa Tanjungrejo, di sebelah Barat berbatasan dengan Dukuh Tegalombo, di sebelah Selatan bertasan dengan Dukuh Kethekputih dan di sebelah Timur berbatasan dengan Desa Mojoagung.
Sejarah Nama Dukuh Weron
Hingga tulisan ini dipublikasikan kami belum menemukan sumber yang kredibel mengenai asal mula nama Dukuh Weron.
Cerita yang beredar di masyarakat konon nama Weron berasal dari nama pohon Weru. Hinga kini pohon dengan karakteristik tinggi, daun seperti pohon lamtoro dan juga berbuah masih banyak dijumpai di sekitar Dukuh Weron.
Mengutip dari lama id.wikipedia.org, Weru (Albizia procera) adalah sejenis pohon anggota famili Fabaceae. Pohon dengan banyak kegunaan ini menyebar luas mulai dari India di barat, Asia Tenggara, Tiongkok selatan, Nusantara, hingga Australia utara.
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai white siris, forest siris, tall albizia atau brown albizia; pohon ini juga mempunyai nama-nama: oriang (Mal.), akleng parang (Fil.), thington, suan (Thai), sit, kokko-sit (Burma), dan lain-lain.
Sebutannya dalam bahasa daerah antara lain: ki hiang (Sd.); weru, wangkal (Jw.); beru, bangkal (Md.). Epitet spesifiknya, procera, berasal dari bahasa Latin procerus yang berarti “tinggi”, merujuk pada perawakan pohon ini.
Pohon yang berukuran sedang, tingginya hingga 30 m dan gemang batangnya 35(–60) cm. Batang bebas cabang hingga 9 m, lurus atau membengkok. Pepagan halus, di luarnya abu-abu hijau pucat, coklat kekuningan, hingga kecoklatan, dengan gigir-gigir melintang, kadang-kadang mengelupas dalam kepingan tipis; bagian dalamnya jingga, lalu hijau, dan kuning jerami atau merah jambu di bagian terdalam. Ranting-ranting bulat dan gundul. Tajuknya renggang.
Daun-daun majemuk menyirip berganda, dengan 2–5 pasang sirip yang hampir berhadapan; tulang daun utama 10–30 cm, gundul, dengan kelenjar 1–2,5 cm di atas pangkal tangkai daun; kelenjar bentuk jorong menyempit, panjang 4–10 mm, duduk, rata atau cekung di permukaannya. Sirip-sirip 12–20 cm panjangnya, gundul, berisi 5–11 pasang anak daun, bertangkai pendek 2 mm; anak daun berhadapan, bundar telur asimetris atau hampir belah ketupat, 2–4,5(–6) cm x 1–2,2(–3,2) cm, seperti kertas yang kaku atau agak seperti jangat, kedua permukaannya sedikit berambut.
Bunga majemuk dalam bongkol, bertangkai (0,8–)1,5—2(–3) cm, dengan 15–30 kuntum bunga duduk dalam bongkol. Bunga-bunga berkelamin dua, berbilangan-5; kelopak serupa tabung atau corong sempit, 2,5–3 mm, gundul, hijau terang, taju menyegitiga runcing; mahkota seperti corong, 6–6,5 mm, putih kehijauan, dengan tabung gundul, taju jorong runcing 2–2,5 mm; benangsari banyak, menyatu di pangkalnya membentuk tabung yang lebih panjang dari tabung mahkota. Buah polong lurus, tipis rata, seperti pita seperti kertas, 11,5–20 cm × 2–2,5 cm, gundul, cokelat gelap atau kemerahan, dengan tanda-tanda yang jelas di bagian bijinya, memecah sendiri. Biji pipih, bentuk jorong hingga bundar telur terbalik, 7,5–8 mm × 4,5–6,5 mm × 1,5 mm.
(Sumber: id.wikipedia.org)